Namanya Riri, gadis kecil lucu dan menggemaskan itu sudah duduk di kelas 2 sd. Ririknya sangat riang dan mudah bergaul dengan Ririk sebayanya. Walaupun kadang manja juga mudah menangis, Riri sudah hafal beberapa suratan pendek dalam al-quran, seperti al-ikhlas,al-falaq,an-nas dan lainnya. Ia belajar dari ibunya yang cantik dan baik.
“Ma, kok surat ini ada ayat yang sama
sih, wala antum ngabidumma ma akbut 2 kali, Riri jadinya bingung nih,” kata Riri
pada ibunya saat ia belajar menghafal surat...
“Riri, ayat wala antum ngabidumma ma
akbut dari surat... Ada pada ayat 3 dan 5 jadi bacanya sebelum
wala Riri ngabidumma ngabatum dan sesudah ayat tersebut” jawab ibunya dengan
lembut.
“Oh...
Gitu ya.... Riri akan coba ngafalin
surat... Lagi.” Jawab Riri dengan senyum
yang mengambang di bibirnya tanda sudah mengerti. Suatu siang Riri ikut solat dengan ibu di masjid. Tidak seperti biasanya yang hanya solat dengan ibu di rumah hari ini ia ikut solat ashar berjamaah bersama Pak Agus sebagai imam, yang biasanya adalah guru ngajinya juga.
“Ibu, kok aku tadi denger tante di sebelahku waktu
solat ngomong-ngomong sendiri sih.... Kayaknya
solat tante itu nggak sah dech” bisik Riri pada ibunya selesai solat.
“Ngomong-ngomong sendiri gimRiri?” Jawab ibu balik
bertanya.
“Itu shhhhsshhhh bisik-bisik gitu, bu..” Riri
mengikuti gaya tante yang tadi di sebelahnya saat solat.
“Tante itu nggak bisik-bisik sayang, tapi sedang
baca bacaan hafalan solat.”
“Bacaan solat? Emang ada, bu? Kayaknya kalau orang
solat itu bacaanya Cuma Allahhu Akbar terus Sami’allah hulimanhamidah.....”
“Iya sayang, setiap gerakan solat ada bacaan
doanya.Kalau Allahhu akbar itu bacaan
Takbiratul Ikhram sedangkan Sami’allah hulimanhamidah itu bacaan i’tidal. Nah
kalau setiap gerakan itu ada bacaan
sendiri-sendirinya dari niat sampai tasyahud akhir.” Sekali lagi ibu
menjelaskan dengan lembut. Riri hanya diam sambil berfikir tentang bacaan solat
sesampainya di rumah Riri langsung memeluk ayah yang baru saja pulang kerja.
“Ayah tahu nggak kalau solat itu ada bacaan solatnya
di setiap gerakan?” Tanya Riri ke ayahnya.
“Benarkah? Riri tahu dari mana kalau solat
bacaanya?” Ayah balik bertanya.
“Dari ibu, bila tadi bilang gitu dari ee... Kayaknya
dari Allahu akbar sampai syahud akhir.”
“Bukan Syahud akhir, tapi Tasyahud akhir sayang...” Kata
ibu membenarkan ucapan terkahir Riri.
“Iya itu ayah. Riri jadi pengen belajar doa bacaan
solat. Ayah ajarin Riri ya...”
“Iya sayang, ayah akan ajari kamu nanti” kata ayah sambil
menoleh ke arah ibu yang sudah tersenyum bangga karena melihat putrinya yang
sudah ingin belajar bacaan solat.
”Sama ibu juga” tambah ibu sambil mengelus-elus
rambut Riri.
Setiap hari Riri belajar bacaan solat dari niat
solat subuh sampai isya, lalu bacaan setelah Takbiratul Ikhram, bacaan sujud,
rukuk sampai bacaan Tasyahud akhir. Awalnya mudah-mudah saja belajarnya. Tapi
lama-kelamaan semakin sulit karena bacaannya ada yang banyak ada juga yang sedikit. Dan bacaan doa setelah i’tidal menurutnya
sulit juga. Kadang belajar bersama-sama dengan ayah dan ibu. Tapi akhir-akhir
ini ayah sedang banyak pekerjaan di kantor, Riri pun hanya belajar doa solat
dengan ibunya. Tidak ada ayah kadang Riri jadi malas, dia bukannya belajar tapi
bermain game di tablet.
“Abis banyak banget sih, hafalannya, bu” kata Riri
ketika ibu mengingatkan Riri tentang belajar hafalan solat.
“Riri, katanya mau belajar kok males sih, nggak
boleh gitu donk. Jadi kapan kamu bisa hafal kalau Cuma main tablet. Hati-hati
kalau kelamaan nanti kamu bisa minus lho, kalau udah minus pake kacamata, ihh,
masak kecil-kecil udah pake kacamata malu donk sama temen-temennya yang enggak
pake kacamata.”
“Tapi Riri males, bu. Kayaknya Riri nggak bakalan
bisa hafal sebanyak itu.” Jawab Riri kepada ibu.
“Riri, kok males. Ingat nggak waktu kamu bilang
untuk bisa hafal suratan pendek akhirnya Riri bisa juga, ingat nggak. Padahal
waktu itu Riri juga kesulitan pada beberapa surat. Tapi toh akhirnya bisa.
Terus sekarang kenapa enggak?” Ibu mengelus-elus rambut Riri lalu mengambil
tablet di tangannya dengan halus.
“Ayo belajar lagi”
ajak ibu.
Riri menggelengkan kepala tanda tidak mau.
“Gini aja, ayah kan beberapa hari ini lagi sibuk
terus nggak bisa ngajarin Riri bacaan solat, gimana kalau Riri sekarang belajar
yang giat terus kalau sudah hafal semuanya Riri bisa tunjukin ke ayah sebagai
kejutan, ayah pasti senang.”
“Bener, bu?”
Ibu menganggukkan kepala sebagai kode iya. Dengan
semangat Riri pun minta diajarkan kembali hafalan doa solat. Baru beberapa hari
saja gadis kecil itu kini sudah bisa hafal sampai doa sujud. Dan yang sulit doa
tasyahud awal dan akhir sampai akhirnya Riri pun hafal juga. Ketika ayah
kembali lebih awal, Riri menceritakan kepada ayahnya tentang hafalannya lalu mengucapkan
bacaannya dari satu gerakan solat ke gerakan lain sampai selesai. Ayahpun
senang.” Wah, ternyata Riri sudah hafal semua doa solatnya ayah bangga sama Riri.
Tapi ingat kalau sudah hafal bacaan solatnya kalau sedang solat dibaca ya
sayang biar solatnya lebih sempurna,oke?”
“Siap, yah” jawab Riri dengan cepat lalu memeluk
ibunya “terimakasih, ibu sudah mengajari Riri.”


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon