Recent Post

RAJA DAN 3 AYAM CANTIK

wah, ini cerita udah lama banget, tapi semoga kalian menikmati.

Seorang raja memililki tiga ayam cantik dari tiga negara sahabatnya. Tiga ayam ini memiliki bulu yang sangat indah melebihi ayam-ayam pada umumnya. Ayam pertama adalah pemberian dari raja negeri utara memiliki bulu biru seperti merak, ayam kedua berasal dari raja negeri selatan, dan ayam ketiga dari raja negeri timur. Sang raja sangat menyayangi ayam-ayamnya melebihi apapun yang ia miliki. Setiap hari puluhan pelayan menjadi abdi setia untuk mengurus ayam-ayam tersebut. Karena ayam yang dimilikinya berbeda dan istimewa, rajapun menjadi sombong. Ia percaya bahwa tidak ada ayam yang seindah ayam-ayamnya. Ia juga sering melalaikan tugasnya sebagai raja dan hanya mengurusi ayam-ayamnya.

Suatu hari seorang pertapa datang mengunjungi kerajaannya, melihat sifat sang raja yang acuh tak acuh terhadap rakyatnya membuat pertapa itu kecewa dan marah. Iapun menanyai pelayan istana tentang sang raja.
“Mohon maaf pertapa agung, tolong jangan berikan kutukan pada raja hamba.” Jawab sang pelayan “raja hamba terbutakan oleh kesombongan akan ayam-ayam yang dimilikinya, ia menjadi bangga dan tidak terkendalikan.”


Setelah mendengar penjelasan pelayan, pertapapun mengunjungi sang raja. Ia bertanya “yang muliaku raja, hamba dengar anda memililki ayam-ayam yang cantik, benarkah itu?”
“tentu wahai pertapa agung, ayam-ayamku adalah ayam tercantik di dunia bahkan kecantikannya melebihi burung tercantik di dunia.” Jawab sang raja
Mengetahui kesombongan sang raja, pertapapun berkata “mohon maaf yang mulia, hamba pernah melihat ayam yang lebih cantik dari ayam yang dimiliki yang  mulia. Ia memililki bulu selembut kain sutra dan paruhnya seperti emas, ia juga bisa terbang. Bukankah itu hebat yang mulia?”
“Apa yang kau katakan wahai pertapa? Ayamku adalah ayam tercantik, tidak mungkin ada yang bisa menandinginya.” Kata sang raja dengan emosi menggebu-gebu.
“jika engkau tidak kpercaya” ucap sang pertapa “yang mulia bisa mengunjungi gunung Kuth yang berada di ujung negeri ini, engkau akan menemui seorang pertapa muda bernama Raji Pati, ia adalah bekas muridku. Ia sudah bertahun-tahun bertapa di gunung tersebut.”
“baiklaha jika engkau menantang wahai pertapa agung, aku akan pergi kesana.” Kata sang raja yang merasa tertantang dan segera menyuruh pelayan-pelayan dan prajuritnya untuk menemaninya pergi ke gunung Kuth. Ia juga menyuruh mereka membawa ketiga ayamnya.
Ketika sampai di gunung Kuth, pertapa bernama Raji Pati segera menyambutnya. Ia bertanya maksud kedatangan sang raja.
“aku datang kesini untuk kmkelihat seberapa cantik ayam yang kau miliki, tunjukkan padaku sekarang! Aku ingin membandingkannya dengan ayam-ayamku.”
“mohon maaf yang mulia” jawab pertapa sedikit ketakutan “ayam itu memang cantik, namun anda tidak boleh membawa ayam-ayam anda masuk kedalam.”
“tidak, aku tetap akan membandingkan ayam milik kita berdua.” Kata sang raja tanpa memperdulikan nasehat pertapa Raji Pati. Iapun segera memasuki goa tempat ayam yang dibicarakan dengan membawa tiga ayam cantik yang dimililkinya. Ternyata ayam berparuh emas yang dimiliki Raji Pati benar adanya dan sangat indah. Karena tidak ingin malu, iapun berteriak “AYAM INI JELEK, AYAMKULAH YANG TERBAIK”
Tiba-tiba saja ayam emas itu terbangun. Dengan paruhnya yang panjang, iapun terbang dan memakan satu persatu ayam yang dimiliki sang raja. Rajapun sadar akan kesombongannya ketika melihat satu persatu ayamnya dimakan, namun ia juga menyesal tiga ayam cantiknya sudah hilang.
"Maaf Yang Mulia, ayam yang kumiliki memang cantik, ia adalah penjaga gunung ini. Selain itu ia juga gemar memakan ayam-ayam kecil seperti yang engkau miliki" kata pertapa Raja Pati
Sang raja hanya terdiam. Ia menyuruh pelayan dan prajuritnya meninggalkan tempat itu bersama dengannya untuk pulang ke kerajaan. Ia sadar bahwa kerajaannya sudah tidak terurus, sesampainya di kerajaan ia berjanji dan bertekad untuk mengutamakan kepentingan rakyatnya dan tidak terlau tergoda dengan hal-hal kecil yanag membuatnya lupa segalanya.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Paling Dilihat